Transaksi Mata Uang Asing

Pendahuluan
Apakah transaksi mata uang itu?
Transaksi dalam mata uang asing terjadi pada saat suatu perusahaan membeli atau menjual barang dengan pembayaran yang dilakukan dalam mata uang asing atau ketika perusahaan meminjam atau meminjamkan dalam mata uang asing. Misalkan sebuah perusahaan yang membeli persedian yang berdenominasi dalam riyal Arab Saudi mengalami suatu kerugian nilai tukar seandainya riyal mengalami kenaikan nilai sebelum penyelesaian. Suatu transaksi mata uang asing dapat berdenomisasi dalam suatu mata uang, tetapi diukur atau dicatat dalam mata uang yang lain.

Mata uang fungsional sebuah perusahaan diartikan sebagai mata uang lingkuangan ekonomi yang utama di mana perusahaan beroperasi dan menghasilkan arus kas. Jika suatu operasi anak perusahaan luar negri relative berdiri sendiri dan terintegasi dalam Negara asing, umunya akan menghasilkan dan mengeluarkan uang dalam mata uang local. Maka, mata uang local adalah mata uang fungsional. Jika perusahaan asing mempertahankan akun-akunnya dalam mata uang selain mata uang fungsional, maka mata uang fungsionalnya adalah mata uang pihak asing.

Untuk menggambarkan perbedaan antara suatu transaksi yang berdenominasi dalam suatu mata uang asing tetapi diukur dalam mata uang lainya, contoh suatu anak perusahaan AS di Hong Kong memneli persedian dari Republik Rakyat Cina(RRC) yang dibayar dalam renninbi. Mata uang fungsional anak perusahaan adalah dolar.AS. Dalam kasus ini, anak perusahaan akan mengukur transaksi mata uang asing-yang berdenominasi dalam renminbi- ke dalam dalar AS, mata uang yang digunakan dalam catatan bukunya. Dari sudut pandangan induk perusahaan induk perusahaan, kewajiban anak perusahaan berdenominsi dalam renminbi, tetapi diukur dalam dolar AS mata uang fungsionalnya, untuk keperluan konsolidasi.

FAS No.52 pernyataan standar akuntansi untuk mata uang asing yang wajib diterapkan di AS mengharuskan perlakuan berikut ini untuk transaksi mata uang asing:

1. Pada tanggal suatu transaksi diakui, setiap aktiva, kewajiban, pendapatan, beban, keuntungan atau kerugian yang terjadi dari suatu transaksi harus diukur dan dicatat dalam mata uang fungsional perusahaan yang melakukan pencatatan dengan menggunakan kurs nilai tukar yang berlaku pada tanggal tersebut.

2. Pada setiap tanggal neraca, saldo-saldo tercatat yang berdenominasi dalam suatu mata uang selain mata uang fungsional perusahaan yang melakukan pencatatan harus disesuaikan untuk mencerminkan kurs nilai tukar terkini.

FAB menolak pandangan yang menyatakan bahwa perbedaan perlu dibuat antara keuntungan dan kerugian dari transaksi yang sudah disesuaikan dan yang belum diselesaikan, karena perbedaan seperti itu tidak dapat diterapkan dalam praktik.
Terdapat 2 prilaku akuntansi atas keuntungan dan kerugian transaksi yang dapat diterapkan:
1. Perspektif Transaksi Tunggal
Berdasarkan persektif transaksi tunggal, penyesuaian nilai tukar diperlakuakan sebagai penyesuaian terhadap akun-akun transaksi yang awal berdasarkan premis bahwa suatu transaksi dan penyelesaiannya merupakan sutu peristiwa tunggal. Misal:
Pada tanggal 1 September 20X5, sebuah perusahaan manufaktur AS menjual barang secara kredit kepada sebuah impotir Swedia dengan harga 1 juta krona Swedia (SEK). Kurs nilai tukar dolar / krona adalah $0,14= SEK, piutang dalam krona itu memiliki masa mulai terdepresiasi sebelum piutang tersebut tertagih. Pada akhir bulan, kurs nilai tukar dolar/krona adalah $0,13 = SEK 1; pada tanggal 1 Desember kurs tersebut adalah $0,!! = SEK 1.

2. Perspektif Dua Transaksi
Bedasarkan perspektif 2 transaksi, penagihan piutang dalam krona dianggap sebagai peristiwa terpisah dari penjualan yang menyebabkan timbulnya piutang tersebut. Dalam contoh sebelumnya, penjualan ekspor dan piutang yang terkait akan dicatat sebesar kurs nilai tukar yang berlaku pada tanggal tersebut. Depresiasi nilai krona yang terjadi antara tanggal 1 September dan 1 Desember akan mengakibatkan kerugian nilai tukar dan piutang pada tangga 1 Desember dengan kurs nilai tukar yang lebih rendah akan menghasilkan kerugian nilai tukar lebih lanjut.

Dengan maksud mencapai keseragaman FAS No.52 mengharuskan penggunaan metode 2 transaksi untuk mencatat transaksi dalam mata uang asing. Keuntungan dan kerugian dari transaksi yang sudah selesai dan belum diselesaikan dimasukan dalam penentuan laba. Pengecualian utama terhadap ketentuan ini terjadi apabila :
1. Penyesuaian nilai tukar berkaitan dengan transaksi antar perusahaan jangka panjang tertentu.
2. Transaksi tersebut dimasudkan dan berfungsi efektif sebagai lindung nilai atas investasi dan komitmen mata uang asing.

SUMBER
Choi D.S. Frederick & Meek K. Gary. 2005. AKUNTANSI INTERNASIONAL, EDISI 5 BUKU 1. Jakarta : Salemba Empat.

Published in: on 19 Maret 2011 at 2:49 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://khair2120.wordpress.com/2011/03/19/transaksi-mata-uang-asing/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: