DIMENSI PERENCANAAN PAJAK

Pendahuluan
Dalam melakukan perencanaan pajak, perusahaan multinasional memiliki keunggulan tertentu atas perusahaan yang murni domestic karena memiliki fleksibilitas geografis lebih besar dalam menentukan lokasi produksi dan system distribusi. Fleksibilitas ini memberikan peluang tersendiri untuk memanfaatkan perbedaan antaryurisdiksi pajak nasional sehingga dapat menurunkan beban pajak perusahaan secara keseluruhan. Pergeseran beban dan pendapatan melalui ikatan-ikatan dalam perusahaan juga memberikan peluang tambahan bagi MNC untuk meminimalkan pajak global yang dibayarkan. Sebagai respons atas hal ini, pemerintah nasional senatiasa merancang aturan hukum untuk meminimalkan kesempatan melakukan arbitrase yang melibatkan beberapa yurisdiksi pajak nasional yang berbeda :

Pertimbangan atas masalah perencanaan pajak ini dimulai dengan dual hal dasar :
 Pertimbangan pajak seharusnya tidak pernah mengendalikan strategi usaha.
 Perubahan hukum pajak secara konstan membatasi manfaat perencanaan pajak dalam jangka panjang.

1. Pertimbangan Organiasasi
Dalam mengenakan sumber pajak luar negeri, banyak pihak berwenang pajak yang memusatkan perhatiannya pada bentuk organisasi operasi luar negeri. Sebuah cabang umumnya dianggap sebagai perluasan induk perusahaan. Maka labanya segera dikonsolidasi dengan laba induk perusahaan dan dikenakan pajak secara penuh pada tahun saat laba dihasilkan, terlepas apakah dikirimkan kembali kepada induk perusahaan atau tidak.
Laba anak perusahaan luar negeri umumnya tidak dikenakan pajak hingga dilakukan repatriasi. Pengecualian terhadap aturan umum ini dijelaskan sebagai berikut :
a. Jika operasi luar negeri pada awalnya diramalkan akan mendatangkan kerugian, mungkin akan menguntungkan secara pajak apabila diorganisasikan secara cabang pada tahap awal. Sekali operasi luar negeri tersebut mendatangkan keuantungan, maka akan lebih menarik untuk mengoperasikannya sebagai anak perusahaan.
b. Untuk satu hal, overhead induk perusahaan tidak dapat dialokasikan sebagai cabang, karena cabang dipandang sebagai bagian dari induk perusahaan. Lebih lagi, jika pajak atas laba luar negeri lebih rendah dari Negara tuan rumah dari pada laba di Negara asal induk perusahaan, laba atas anak perusahaan tidak dikenakan pajak oleh Negara asal induk perusahaan hinggga dilakukan repatriasi.
c. Jika anak perusahaan diorganisasikan di sebuah Negara surge pajak yang tidak mengenakan pajak sama sekali, maka penangguhan pajak akan semakin menarik. Pemerintahan nasional mengetahui fenomena ini dan banyak yang telah mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan penyalahgunakan oleh perusahaan. Salah satunya adalah pengakuan Laba Subbagian F di Amerika Serikat.

2. Perusahaan Luar Negeri yang Dikendalikan dan Laba Subbagian F
Umumnya di Amerika Serikat dan negara-negara lain menerapkan prinsip pengenaan pajak seluruh dunia yang dikenal sebagai prinsip penangguhan (deferral), yaitu laba anak perusahaan luar negeri tidak dikenakan pajak kepada induk perusahaan hingga laba itu di repatriasi sebagai deviden. Negara-negara surga pajak member peluang kepada perusahaan multinasional untuk menghindari repatriasi (pajak Negara asal) dengan menepatkan laba transaksi dan akumulasinya kepada anak perusahaan “plat nama”. Transaksi ini tidak memiliki pekerjaan atau nyata yang terkait. Laba yang dihasilkan dari transaksi ini bersifat pasif dan bukan aktif. Amerika Serikat menutup kelemahan ini dengan :
a. Perusahaan luar negeri yang dikendalikan ( Controlled Foreign Corporation / CFC)
b. Provisi Laba Subbagian F
 CFC merupakan perusahaan yang dimiliki secara langsung atau tidak langsung oleh pemegang saham AS lebih dari 50 % dari total hak suara atau nilai pasar wajar. Hanya pemegang saham yang memiliki lebih dari 10% hak suara yang dihitung dalam penetapan ketentuan 50% itu. Pemegang saham CFC dikenakan pajak atas laba CFC tertentu bahkan sebelum laba itu didistribusikan.
 Laba Subbagian F mencangkup beberapa pendapatan penjualan dan jasa dengan pihak berhubungan istimewa. Misalkan jika anak perusahan AS di Bahama membeli persedian dari induk perusahaan AS dan mengekspor persedian itu ke Uni Eropa, maka laba yang dibukukan oleh anak perusahaan di Bahama merupakan merupakan Laba Subbagian F. Di sisi lain, jika anak perusahaan di Bahama menjual persedian yang di Impor itu di Bahama sendiri, maka laba dari penjualan local bukan laba Subbagian F. Laba Subbagian F juga mencangkup laba pasif seperti difiden, bunga, sewa, royalty, dan keuntungan bersih dari transaksi komoditas atau dalam mata uang asing; keuntungan dari penjualan property investasi tertentu seperti surat berharga; pendapatan pengiriman dari penggunaan kapal atau pesawat kargo dalam perdagangan luar negeri dan beberapa pendapatan asuransi.

3. Induk Perusahaan di Luar Negeri
Dengan keadaan tertentu, sebuah induk perusahaan multinasional yang berpusat di AS dengan operasi di beberapa Negara asing dapat memiliki keuntungan apabila memiliki berbagai investasi asing melalui induk perusahaan di Negara ketiga. Induk perusahaan AS secara langsung memiliki saham suatu induk perusahaan yang didirikan di sebuah wilayah yurisdiksi asing dan induk perusahaan yang didirikan tersebut pada gilirannya memiliki saham-saham dari satu atau lebih anak perusahaan yang beroperasi yang didirikan diwilayah luar negeri lainya merupakan sifat utama dari struktur ini.
Keuntungan dari bentuk organisasi induk perusahaan ini menyangkut pajak antara lain :
a. Mempertahankan manfaat tingkat pajak pungutan atas dividen, bunga, royalty, dn pembayaran serupa lainya.
b. Menunda pajak AS atas laba luar negeri hingga laba tersebut direpatriasikan ke induk perusahaan AS.
c. Menunda pajak AS atas keuntungan dari penjualan saham anak perusahaan operasi luar negeri.
Untuk merealisasikan keuntungan ini akan bergantung terutama pada perencanaan yang memadai menurut aturan pajak AS yang rumit dan menghindari aturan pemanfaatan anti-perjanjian yang banyak ditemukan pada sejumlah perjanjian pajak.

4. Perusahaan Penjualan Luar Negeri
Amerika Serikat menciptakan Perusahaan Penjualan Luar Negeri ( Foreigns Sales Corporations- FSC) untuk mendorong ekspor dan memperbaiki posisi neraca pembayaran AS, contoh Parents Corp yang ada di AS melakukan kontrak dengan seorang pembeli di Eropa untuk melakukan pengiriman persediaan. Parents corp segera mengirimkan produk itu langsung dari pabrik di Oklahoma kepada pembeli Eropa, tetapi juga melakukan penjualan barnag tersebut diatas kertas kepada perusahaan afiliasi yang dimiliki penuh, yaitu FSC Virgin Island. FSC Virgin Island kemudian menyelesaikan transaksi ini melalui penjualan di atas kertas yang lain kepada pembeli Eropa. Pembayaran dilakukan melalui FSC Virgin Islands, yang kemudian meneruskannya kepada Parents Corps. Sampai 30 % dari pendapatan ekspor dari pedagang FSC tidak dikenakan pajak perusahaan AS dan tidak ada deviden yang dikenakan pajak jika FSC Virgin Island membayar dividen kepada Parent Corp.
Pada tahun 2000, Organisasi Perdagangan Dunia ( Word Trade Organization / WTO ) menetapkan bahwa FSC merupakan bentuk subsidi illegal dan memerintahkan AS untuk mengubah provisi FSC. Sebagai jawabnya, diganti dengan perkecualian laba yang diperoleh dari luar territorial.

5. Keputusan Pendanaan
Cara yang digunakan untuk mendanai operasi luar negeri dapat dipengaruhi oleh factor pajak. Dengan mengasumsikan hal lain tidak berubah, dimungkinkannya utang untuk dikurangi pajak, yang meningkatkan imbalan setelah pajak atas ekuitas, juga akan meningkatkan daya tarik pendanaan utang di Negara-negara dengan pajak tinggi. Apabila pinjaman dalam mata uang local dibatasi oleh pemerintahan local yang mengharuskan tingkat minimum penyetoran ekuitas oleh induk perusahaan asing, maka peminjam yang dilakukan oleh induk perusahaan untuk mendanai penyetoran modal ini akan menghasilkan akhir yang sama, dengan catatan otoritas pajak di Negara induk perusahaan memperbolehkan pengurangan bunga atas pajak.
Dalam contoh yang lain, anak perusahaan untuk pendanaan luar negeri yang berdomisil di suatu Negara dengan tarif pajak rendah atau Negara surga pajak dapat juga digunakan sebagai sarana pendanaan. Pada suatu ketika, perusahaan AS yang bermaksud untuk meminjam dana pada pasar eurodolar tidak dapat dilakukan hal itu karena mendapat pembatasan dari pemerintah AS yang mengenakan pajak pungutan atas bunga yang dibayarkan kepada kreditor asing. Maka untuk menurunkan biaya pendanaan perusahaan AS dapat mendirikan anak perusahaan untuk pendanaan luar negeri di Netherland Antilles, suatu Negara yang tidak mengenakan pajak pungutan atas bunga kepada para penghuninya.
SUMBER
Choi D.S. Frederick & Meek K. Gary. 2005. AKUNTANSI INTERNASIONAL, EDISI 5 BUKU 2. Jakarta : Salemba Empat.

Published in: on 24 Mei 2011 at 9:40 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://khair2120.wordpress.com/2011/05/24/dimensi-perencanaan-pajak/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: